Monday, April 1, 2013

Fatin XFI Haters Komentarnya Lebih Panas Dibandingkan Kanal Bola di Kompasiana

                              Ditulis Oleh :
Ibu Nina Mahbubah
 Industri musik di Korea Selatan terkenal dengan persaingan yang sangar antar pelaku dalam industri tersebut. Untuk memulai debut pertamanya, seorang artis ataupun grup music biasanya sejak usia dini telah direkrut melalui audisi yang dilakukan oleh industri entertainment negara penghasil komoditi ginseng tersebut dan setelah terpilih akan menjalani training bertahun-tahun sebelum melakukan debut pertamanya. Sebagai contoh G Dragon, leader group musik Big Bang, satu grup musik yang sangat populer di Korsel dan pernah manggung di Indonesia pada akhir tahun lalu tersebut, memerlukan waktu lebih dari lima tahun training sebelum akhirnya mengeluarkan debut album grup pertama mereka. 

Budaya masyarakat Korsel seperti harus menunjukkan respek kepada yang lebih senior, seperti keharusan menyapa terlebih dahulu dan bow sampai sembilan puluh derajat ketika bertemu dengan seniornya. Kekuatan kelompok pendukung dari masing-masing idol ataupun soloist pun memiliki tingkat militansi yang sangat tinggi. Pendukung resmi suatu group musik di Korsel tidak hanya bertempur dengan  haters dari kelompok lain, tetapi mereka juga bertempur melawansuatu kelompok hater yang dinamakan Sasaeng. Sasaeng ini merupakan group hater dengan kemampuan menguntit para idol dan berhasil menyusup sampai ke ruang yang sangat privasi dari privasi pekerja seni tersebut, meskipun para idols tersebut memiliki regu pengawal dan akses ke ruangan privat dari idols tersebut juga dijaga dengan sangat ketat. Banyak pengakuan dari idol yang dibuat pusing tujuh keliling sampai depresi dengan ulah para Sasaeng tersebut. Micky Yoochun, seorang idol terkenal dari group musik JYJ, mengumumkan menutup account twitternya setelah beberapa kali diretas oleh Sasaeng tersebut.

Di Indonesia, penggemar dua Diva Indonesia yaitu Aggun dan Agnes Monica, merupakan dua kubu fans yang terkenal saling serang antara satu dengan lainnya. Perdebatan dari penggemar kedua kubu tentang definisi ‘Go Internasional’ pun sangat luar biasa panjangnya dan tidak pernah ada habisnya. Perdebatan di forum-forum dunia maya tersebut tentu tidak akan pernah ada ujungnya, dikarenakan kedua kubu memilih untuk mengunggulkan masing-masing jagoannya sesuai selera, dan masing-masing juga berargumen dengan fakta yang dipunyainya tentang siapa yang lebih ‘mendunia’ diantara dua diva kebanggaan Indonesia tersebut. Meskipun militansi kedua group itu belum seperti Sasaeng di Korsel, namun di negeri ini, perseteruan kedua fans tersebut merupakan yang paling fenomenal untuk kemilitansian kelompok penggemar dari pekerja seni di Indonesia.

Fatin Shidqia Lubis merupakan salah satu peserta X Factor Indonesia yang banyak menghiasi situs maya. Mesin pencari sakti mbah Google memunculkan sebanyak  26.700.000 seluk beluk yang berhubungan dengan kata nama calon Diva Indonesia tersebut dalam waktu pencarian selama 0,26 detik. Hal ini sangat fenomenal untuk seorang remaja biasa-biasa saja seusinya yang dalam waktu kurang lebih dua bulan suaranya yang berdendang lewat kurang dari sepuluh lagu yang dinyanyikan dalam ajang kontes pencarian bakat tersebut, berkumandang di hp sampai di mal-mal di Indonesia. Individu ataupun kelompok yang berseberangan dengan Fatinistics Mania ini juga berkicau di dunia maya. Kicauan berbalas kata Haters yang terekam dalam Video unggahan X Factor Indonesia di Youtube ini juga penuh kata-kata yang diluar batas kepatutan. Haters sangat ofensif menuliskan kata-kata menyakitkan mulai berupa pemilihan kata-kata yang tersamar sampai pemilihan katanya sangat vulgar setajam pedang. Banyak pula Haters Fatin yang berkamuflase dan sok bijaksana dengan menuliskan kata kata ‘no offense dan salam damai’, setelah menuliskan cacian dan hujatan yang dengan menyebutkan semua nama kebun binatang, binatang piaraan, ataupun kata-kata yang banyak di tuliskan dalam buku-buku untuk usia tujuh belas tahun keatas.

Saut-sautan Haters di video lapak Fatin yang lebih kejam dari ibu kota tersebut juga bisa kita temui dalam tulisan dan diskusi panas di Kanal Bola Kompasiana. Seperti yang sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa pengurus sepakbola Indonesia dan para komentatornya jauh lebih terkenal dibandingkan dengan prestasi pemain-pemain yang berkecimpung didalamnya. Demikian juga dengan opini yang massive jumlahnya, terutama ketika terjadi dualisme kepengurusan yang membuat yang nulis ini yang notabene pendukung Timnas biasa saja  sangat pening dan bingung dipertontonkan satu lagi keajaiban yang tidak ada duanya  dari suatu kepengurusan sepak bola di Negara manapun. Di kanal bola juga terkenal dengan kicauan dan tulisan berbagai macam Karnivora, Omnivora, dan Herbivora yang dikonsumsi oleh selain manusia. ID baru-pun banyak bersliweran dan sangat offensive menuliskan bahwa salah satu kubu pengurus itu lebih unggul dari pengurus lainnya. Saat ini ketika telah terjadi rekonsiliasi dari kepengurusan sepak bola pun isi kanal bola masih panas bak api membara. Tentu saja ada banyak juga penulis di kanal bola yang tulisannya berimbang dan bikin sejuk hati. Salah satu contohnya adalah Kompasianer Bubup Prameswara. Setiap tulisan kompasianer tersebut sangat mampu memberikan pencerahan bagi pembacannya, bahkan bagi penggemar bola culun seperti saya.

Gambar. Mesin Pencarian Google (Sumber : Google, 2013)
Fatin baru dua bulan ramai dikicaukan dalam dunia maya. Namun sangg calon Diva Indonesia ini telah memiliki Haters-nya sangat luar biasa banyaknya. ‘Tua itu pasti, dewasa itu pilihan,’ merupakan kalimat yang tidak mampu difahami dan dicerna dengan sangat baik oleh Haters Fatin didunia maya. Seperti mental Inlander yang masih banyak melekat pada karakter birokrasi di Indonesia dengan rumusnya ‘ kalau semuanya bisa dibuat sulit, kenapa harus dipermudah,’ juga menjadi keywords serta mensyahkan semua tindakan para Haters yang gelap mata ini. Tentu saja semua tindakan Haters di lapak Fatin Youtube ataupun dunia maya lainnya  juga dicounter dengan sangat baik oleh Fatinistics mania. Banyak Fatinistics mania yang mampu berdiskusi dan berargumen dengan kepala dingin dan menuliskan fakta dan data yang masuk akal bagi manusia yang berkategori ‘Dewasa’. Tapi seperti bisa diduga, kubu api Haters yang sifatnya panas tidak mampu mencerna dengan saat baik setiap siraman air dari kubu Fatin Lovers. Mungkin eskalasi siraman kata Fatin Lovers dalam berbalas pantun dengan Haters yang semula hanyalah berupa air sumur bersih dan PDAM berkualitas baik sekelas kualitas PDAM di Yorkshire County, maka nantinya jenis siraman Fatin Lovers ini ini akan ditingkatkan dengan beragam jenis air, mulai dari air es sampai air salju yang beku. Well, sekali lagi terucap selamat datang didunia tidak nyata yang penuh fatamorgana.

PS*: Dedicated to Fatin Shidqia Lubis dan fatinistics Youtuber dan Fatin-Lovers within Five Continents. Keep Vote-up Fatin to 9288. Proud to know that all of you are gorgeous, for sure.  #ting.

Diposting Ulang Dari Tulisan Ibu Nina di KOMPASIANA

2 comments:

alvin sepbrian said...

prediksi gan prediksi,..!!!
hehehe,..

udah tanggal maennya nie gan,..!!!
ting",,,

IndonesianPride1 said...

udah tu Bro di atas hehehe :P